Dampak Covid-19 Pada Industri Transportasi Kereta Api Indonesia

Dampak Covid-19 Pada Industri Transportasi Kereta Api IndonesiaCovid-19 atau yang biasa akrab disebut dengan virus corona ini mewabah di indonesia tepatnya pada maret 2020 lalu. Hal ini tentu saja sempat menggegerkan dunia. Selain, membuat heboh dengan adanya covid ini. Dampaknya pun sangat berpengaruh besar bagi kehidupan semua masyarakat. Mewabahnya covid-19 ini menjadikan kita sebagai manusia sulit untuk melakukan aktivitas seperti biasanya karena harus menjaga jarak. Adapula covid ini berdampak pada transportasi umum baik itu darat, laut, maupun udara. Industri kereta api diindonesia juga mengalami dampak yang sangat buruk.

Dampak covid-19

1 Penurunan Jumlah Penumpang
Hal yang paling berdampak dalam transportasi kereta api selama covid-19 adalah mengalami penurunan jumlah penumpang. Dengan adanya pembatasan sosial atau social distancing yang membiasakan diri kepada masyarakat membuat banyak orang menjaga jarak termasuk dalam menggunakan transportasi. Penggunaan transportasi yang biasanya sesak atau padat kini terlihat perbedaannya yang renggang. Perbedaan ini dikarenakan banyak sekali orang yang biasanya pergi kekantor, kampus, sekolah kini mereka harus serba online dirumah hingga tak jarang berkerumun atau berdesak desakan didalam kereta api yang mengalami penggunaan kereta api ini mendapatkan jumlah penumpang yang menurun.

2 Pendapatan Yang Berkurang
Transportasi kereta api yang mengalami penurunan dalam jumlah penumpang. Tentu saja hal ini mengakibatkan adanya penurunan pula kepada pendapatan kereta api. Selain, jumlah penumpang yang menurun kini kereta api harus mengalami beberapa kerugian karena pendapatannya yang berkurang tidak seperti biasanya hal ini tentu saja akan berdampak pada operasional kereta api termasuk gaji karyawan dan para staffnya yang perlu dibayar.

3 Pembatasan Karyawan
Jumlah penumpang yang berkurang tentu saja akan berdampak pada pendapatan. Dan pendapatan yang berkurang tentu saja akan berdampak kepada karyawannya. Tidak seperti biasanya, yang setiap tahun selalu membuka lowongan atau rekrutmen kerja. Tetapi, kali ini industri kereta api memutuskan untuk tidak merekrut karyawan selama pandemi covid-19. Tetapi kendati begitu, industri kereta api indonesia tetap mempertahankan para karyawan dan staff yang lama. Direktur utama kereta api indonesia mengatakan bahwa tidak akan ada PHK selama pandemi tetapi untuk saat ini memberhentikan sementara proses rekrutmen sampai kondisinya stabil. Ia juga mengatakan bahwa para karyawan dan staff adalah aset utama yang harus menjadi kunci penyelesaian masalah covid -19 ini.

Dampak Covid-19 Pada Industri Transportasi Kereta Api Indonesia

Strategi Pencegahan Kereta Api Indonesia Ditengah Pandemi

Adapun strategi dan langkah langkah yang dilakukan oleh pihak industri kereta api indonesia dalam upaya pencegahan menularnya virus covid-19 dan operasionalnya ditengah pandemi adalah dengan cara

1 Melakukan Pembatasan
Dalam upaya menaati protokol kesehatan dari pemerintah. Industri kereta api indonesia juga menerapkan pembatasan dalam mencegah penularan wabah covid-19. Upaya yang dilakukan adalah dengan cara melakukan pembatasan jumlah maksimal penumpang kereta api. Kereta api kini hanya menjual 70% untuk kapasitas maksimal tempat duduk KA jarak jauh dan 50% untuk kereta api lokal. Hal ini bertujuan untuk penerapan jarak antar penumpang yang lain.

2 Layanan Vaksinasi
Adapun strategi pencegahan yang dilakukan oleh industri kereta api adalah dengan menerapkan vaksinasi diberbagai stasiun kereta api. Vaksinasi ini merupakan suatu bentuk dukungan industri kereta api terhadap program pemerintah untuk mencegah penularan. Vaksinasi ini ditujukan untuk para karyawan, staff, dan para penumpang.

3 Membuat Fitur Lengkap
Untuk membatasi dan mencegah penularan. Industri kereta api juga menyediakan fitur fitur lengkap didalam aplikasi KAI access. Media online ini digunakan untuk mengurangi kerumunan dimana para penumpang tidak perlu berkumpul distasiun untuk mengatur perjalanannya tetapi dapat melalui daring atau online.