Bandung, (PR). Kereta Rel Diesel Ekonomi (KRDE) Rencang Geulis rute Padalarang-Cibatu, Garut sepanjang 72 km diresmikan Menteri Perhubungan RI Jusman Syafii Djamal serta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Stasiun Bandung, Rabu (22/4). Rencang Geulis yang dibuat oleh PT INKA (Madiun) ini menggunakan dana dari APBN-DIPA satuan kerja pengembangan sarana perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan.
Kereta api komuter milik PT Kereta Api Daerah Operasional 2 Bandung ini ditargetkan dapat memuat sekitar 650 orang dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pekerja yang terlayani oleh rute Padalarang-Cibatu. “Selain itu juga sebagai akses buka interaksi desa dan kota. Diharapkan dengan ada-nya jalur baru dengan jarak pendek ini para pekerja luar Kota Bandung dapat datang dan pulang tepat waktu,” tuturnya. Read More
Selain itu, diharapkan penumpang yang diangkut akan semakin tinggi. “Dengan demikian, akan membantu mengurangi beban jalan raya karena tentu saja bisa mengurangi jumlah kendaraan. Setelah konsentrasi terhadap jalur pendek ini selesai, baru akan kita mulai revitalisasi pada jarak jauh. Apalagi Bandung memiliki kebutuhan mendesak untuk pengangkutan barang dari daerah Gedebage menuju Tanjung Priok,” ungkap Jusman.
Ia optimistis KA Rencang Geulis akan ramai peminat. Berdasarkan laporan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan jumlah penumpang yang memanfaatkan KA Baraya Geulis rute Padalarang-Cicalengka. Dari 44.850 penumpang pada bulan Januari 2009 menjadi 50.370 orang pada Maret lalu. “Saya harap, jalur baru ini bisa seperti itu,” tutur Jusman.
Direktur Utama PT Kereta Api Ignasius Jonan mengutarakan kereta ini akan beroperasi mulai pukul 5.00 hingga pukul 20.00. Tarif untuk jurusan Padalarang-Cibatu adalah Rp 15.000,00. Jalur stasiun yang akan dilewati oleh kereta api ini di antaranya adalah Stasiun Cibatu, Leles, Cicalengka, Rancaekek, Gedebage, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, dan Padalarang.
“Untuk masa percobaan tiga minggu, baru satu kereta yang beroperasi bolak-balik dengan waktu keberangkatan dua kali sehari. Dari Padalarang, kereta Rencang Geulis berangkat pukul 8.30 dan 13.50. Sementara dari Cibatu, Garut, kereta bertolak pukul 5.10 dan 11.15,” katanya.
Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, kereta api merupakan moda transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. (A-176)***
source : pikiran raktyat